Label

Sabtu, 19 November 2011

identifikasi usaha, peluang dan resiko usaha


TUGAS KEWIRAUSAHAAN
“ IDENTIFIKASI USAHA”
UNM.jpg
D
I
S
U
S
U
N
O L E H :
S U K M A  S U K A R D I
1 0 4 9 0 4 0 2 1
P G P A U D  /  A
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011



KEWIRAUSAHAAN
Ø  Identifikasi suatu usaha
Usaha berdagang
Usaha yang ingin saya kembangkan ini yaitu usaha berdagang yang menjual bahan kebutuhan manusia, berupa :
·         Bahan makanan : beras, tepung, gula, mentega, dll
·         Bahan perlengkapan rumah tangga : sampo, deterjen, sabun, odol, pembersih, dll
·         Bahan perlengkapan lainnya : sikat, sapu, dll
·         Kebutuhan pelajar : pulpen, pencil, biku, dll
·         Makanan ringan : snack, coklat, krupuk, dll
Ø  Peluang usaha
Dalam usaha berdagang ini sangat baik ditambah lagi apa yang di jual dan disiapkan adalah hal yang sangat penting dan di utuhkan oleh semua orang sehingga bukan hal mustahil untuk mendapat banyak keuntungan dari usaha atau bisnis ini. Dan jangan pernah anda berpikir belum membuka usaha karena belum ada peluang, padahal pada umumnya dikarenakan anda belum siap.
Untuk lebih mudah melihat peluang usaha mari kita lihat di sekitar kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kembangkan lebih lanjut, sehingga kita dapat melihat peluang-peluang usaha yang sangat banyak tersebut yang kita minati dan sesuai dengan kemampuan kita.
Ø  Prospek ke depan
Jika dilihat dari prospek kedepan dari usaha berdagang ini maka kita akan melihat banyak sekali keuntungan sehingga sangat bagus untuk dijalankan karena yang menjadi bahan jualan dalam usaha ini merupakan bahan-bahan yang hampir menjadi kebutuhan wajib setiap orang, mak bukan hal mustahil jika usaha yang saya kembangkan ini akan menjadi usaha yang sukses dan diminati setiap konsumen, apalagi jika pelayan yang kami berikan sangat baik. Untuk prosek ke depan nanti maka yang di perlu di perhatikan adalah :
ü  Menilai Kemampuan Pribadi
Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita.  Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki. 

Ø  Dimana tingkat pandangan di mata masyarakat
Dalam usaha berdagang ini saya membukanya dalam sector kecil dan menengah, dengan alas an karena usaha atau bisnis ini akan dijalankan, dikelola dan di tempatkan pada kondisi masyarakat kecil dan menengah. Adapun tempat yang saya gunakan dalam bisnis saya ini yaitu membuat bangunan(toko) khusus untuk di pakai berbisnis, yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik seperti beberapa took-toko lain. Hanya saja usaha ini belum setara dengan alfa, alfa express, alfa midi, indomaret, dll. Dikarenakan masalah ekonomi yang belum sampai kesana. Tapi sejlan dengan beriringnya waktu dan jika keuangan sudah memungkinkan bkan hal yang tidak mungkin untuk membuatnya setara dengan took-toko tersebut bahkan lebih dari itu.
Ø  Cara memanage usaha
Jika kita telah menentukan suatu usaha maka yang kita lakukan selanjutnya adalah memanage usaha tersebut, sebelum memuka suatu usaha yang hari dilakukan pertama kali adalah menganalisa lebih dalam usaha tersebut.
Salah satu hal yang membuat suatu usaha atau bisnis maju dan menuai hasil yang baik adalah pada perencanaan usaha yang matang. Salah satu kiat sukses bisnis berada pada perencanaan usaha yang didasarkan pada analisa terhadap beberapa faktor yang akan berpengaruh pada kelangsunganusaha atau bisnis yang dijalani. Analisa bisnis ini memegang peranan yang cukup pening untuk usaha yang dikembangkan. Biasanya analisa-analisa terhadap factor tersebut diabaikan oleh pelaku usaha. Bisa dimaklumi, bisnis atau usaha ini biasa dijalankan menurut “naluri”. Meski banyak ang sukses dengan cara tersebut namun alangkah baiknya jika dilandasi oleh analisa atau perencanaan yang matang, evaluasi perembangan bisnis, perbaikan, inovasi, analisis perbaikan usaha dan sebagainya.
ü  Analisa Modal
Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut, berapa modal yang dimiliki, modal ini adalah hal yang sangat penting ketika ingin mengelola suatu usaha karena dengan inilah usaha atau bisnis mulai di jalankan. Modal ini sendiri bia dari modal pribadi dari tabungan kita sendiri ataupun pinjaman dari bank
ü  Analisa Sektor Usaha
Yaitu menganalisa apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan kita. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.
ü  Analisa prospek
Menganalisa atau merencanakan serta mempelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.
ü  Analisa Penghasilan
Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda.
ü  Analisa Jam Kerja
Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.
Ø  Bagaimana mengelolanya???
Untuk mengelola suatu usaha atau bisnis yang harus dilakukan adalah :
1.      Menyiapkan modal
Modal yang saya gunakan dalam usaha saya ini adalah modal dari pinjaman bank dengan bunga yang sedikit, dan modal yang  saya gunakan adalah 30 juta.
2.      Menyiapkan tempat usaha
Yaitu tempat dimana usaha kita akan dijalankan, dan dalam usaha yang saya kembangkan ini di tempat yang ramai dan strategis dengan bangunan yang dibuat khusus untuk tempat usaha tersebut (toko).
3.      Menyiapkan barang jualan
Barang jualan ini sangat di penting karena inilah yang diperlukan dalam berbisnis atau beusaha ini.
4.      Orang yang terlibat
Orang yang terlibat dalam usaha ini adalah :
a.       Manager : saya sendiri (sukma sukardi)
b.      Karyawan 2 orang
1 orang jam kerja siang (08.00-15.00)
1 orang jam kerja malam (15.00-22.00)
5.      Perhitungan operasional
-          Pengambilan barang                                      Rp. 10.000.000,-
-          Ongkos pengambilan barang                         Rp.       500.000,-
-          Gaji karyawan untu 2 orang                          Rp.    1.700.000,-
-          Pebuatan tempat usaha beserta                      Rp. 15.000.000,-
Peralatan serta lemari-lemari jualan
6.      Penghasilan
Dari perhitungan yang telah dilakukan maka di dapatkan laba sekitar Rp.200.000,- per hari, dan jika konsumennya meningkat maka penghasilan dapat mencapai sekitar Rp.500.000,-.
Ø  Dalam menjalankan kegiatan pembangunan dan pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko yang dapat mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Diantara resiko usaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan.
ü  Resiko Internal Usaha
Dalam menjalankan usaha setiap perusahaan memerlukan perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut diantaranya adalah sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga diperlukan peraturan baku (SOP) yang memuat kewajiban dan hak-hak karyawan, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya kesalah pahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para  karyawannya.
ü  Resiko Eksternal Usaha
a)      Resiko Buyer/Supplier
Dalam melakukan pemasaran hasil produksi perusahaan harus lebih berkonsentrasi kepada kwalitas layanan dan selalu melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan kontinuitas kepada buyer potensial yang menjadi pelanggan perusahaan.
b)      Resiko Perekonomian
Faktor resiko yang berasal dari luar kegiatan usaha antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi, sosial dan politik baik lokal, nasional maupun internasional dapat berakibat kurang baik terhadap dunia usaha pada umumnya. Memburuknya kondisi perekonomian akan dapat mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, disamping kondisi ekonomi makro juga cukup berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha
c)      Resiko Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu pihak pengelola dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Selain masalah produksi, maka masalah ketepatan waktu pasokan dan kecepatan pelayanan dapat memberi kepuasan bagi para konsumen. Apabila pihak produsen kurang memanfaatkan perkembangan teknologi, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, yang pada akhirnya akan kalah dalam bersaing di pemasaran.
d)     Resiko Penghentian Ijin Usaha
Persyaratan perijinan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan usaha. Hal ini berhubungan  dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Apabila perusahaan melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku maka terdapat kemungkinan sebagian atau seluruh ijin usaha perusahaan dapat dibekukan sementara,  ataupun dicabut sehingga dapat menghambat dan atau mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi. Hal ini bisa saja terjadi apabila perusahaan lalai dalam hal mengelola perijinan usahanya.
e)      Resiko Persaingan Usaha
Setiap usaha tidak terlepas dari persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya yang bergerak pada bidang yang sama. Dalam hal ini setiap bidang usaha harus lebih mempertimbangkan masalah kualitas atau standar produk yang ditawarkan, ketepatan waktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan dipasaran.
f)       Resiko Perubahan Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
Setiap usaha berhubungan dengan konsumen dan produsen yang mensupplai kebutuhan usahanya. Dalam menjaga hubungan itu pemerintah mengatur melalui berbagai peraturan. Kegagalan perusahaan dalam mengantisipasi peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah dapat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan produksi dan pemasarannya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Disamping itu, perubahan peraturan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung maupun tak langsung berkaitan bidang usaha bagi konsumen akhir dapat mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.
g)      Resiko Tidak Tercapainya Target Proyeksi
Bila proyeksi produksi dan penerimaan yang dibuat tidak tercapai, maka akan berakibat kepada kemampuan perusahaan dalam memberikan return (pengembalian) kepada investor maupun kepada pemegang saham serta keterlambatan dalam melunasi kewajiban pinjamannya sesuai dengan jadwal.
Ø  Berikut ini tips untuk mengurangi risiko ketika memulai sebuah bisnis:
ü  Rencanakan skenario terburuk.
Anda tidak memulai bisnis dan berpikir akan gagal- Anda membutuhkan seluruh energi positif dan selalu berpikir positif. Disamping semua optimisme tadi,berpikir bahwa kegagalan bisa saja terjadi, bisa membuat energi Anda kembali dan membuat keputusan yang lebih baik.
ü  Selalu melakukan penilaian yang Baik.
Hindari perilaku impulsif ( bertindak tanpa berpikir ) selalu menganalisa dan mengkaji kembali keputusan bisnis Anda. Jangan terbawa oleh dorongan tindakan tanpa berpikir.
ü  Selalu gunakan sistem cek dan ricek, terutama ketika membuat keputusan besar. Dengarkan ide-ide dari orang-orang yang Anda percayai, bisa pasangan Anda, mentor Anda atau penasehat bisnis. Ini agar bisa memberikan cara pandang yang berbeda dengan apa yang Anda sudah rencanakan.
ü  Cari mentor
Saran dari seseorang yang telah berpengalaman dalam bisnis sangatlah berharga.Ikutlah berbagai forum wirausaha, seminar, pelatihan untuk membangun jaringan. Gunakan organisasi untuk mencari mentor.
ü  Tetap fokus pada kekuatan Anda
Jangan mengambil semua kesempatan yang mungkin Anda temui, terutama jika bisnis itu di luar kemampuan Anda. Tetaplah FOKUS pada kekuatan inti Anda. Anda akan sukses jika Anda mengetahui apa yang Anda bisa lakukan.
ü  Mengurangi resiko bisnis
Jalankan bisnis dengan ramping dan Kreatif. Jangan menghabiskan uang pada hal yang tidak perlu. Jika Anda menemukan cara pemasaran yang lebih hemat, lakukan lah.
ü  Pasar, Pasar dan Pasar
Bahkan sebelum membuka Bisnis, Anda sudah harus menyiapkan tahapan Pemasaran. Memiliki pelanggan yang sudah siap sebelum bisnis Anda dibuka bisa segera mengatasi cash flow Anda.
ü  Pertimbangkan mendapatkan Asuransi yang tepat
Saat berbicara tentang resiko bisnis, yang terlintas adalah asuransi. Pelajari berbagai Produk Asuransi, seperti Asuransi kewajiban, kompensasi pekerja, Asuransi Properti, dan lain-lain dapat melindungi Anda dari klaim dari pelanggan, vendor dan orang lain yang berhubungan dengan bisnis Anda.

upaya mengajar efektif


OBSERVASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
“ UPAYA MENGAJAR YANG EFEKTIF “
Logo UNM Cantik.jpg
D
I
S
U
S
U
N
O L E H :
KELOMPOK VI
S U K M A  S U K A R D I
H U S N I
D W I  S U L A S T R I
I M I N T A N G
A N G G R I  L I S M A Y A N I
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
2011


PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Mengajar adalah system kegiatan untuk membimbing atau merangsang belajar anak dalam penentuan keterampilan untuk hidup kehidupannya sebagaimana kita tahu bahwa belajar adalah proses mengetahui segala hal di muka bumi ini dengan menggunakan kelebihan kita yakni akal pikiran dan hati yang mana proses belajar berlangsung dimana, kapan saja, yakni life long education belajar dan mengajar itu selalu saling terkait dimana proses belajar itu secara tidak sistematis jika di hubungkan dengan tujuan tapi jika mengajar instruksional yakni pengaturan, situasi belajar sedemikian rupa sehingga belajar siswa dapat berlangsung dengan mudah, hal ini juga bisa disebut dengan mengajar efektif yakni sesuai dengan prosedur pengajaran.
B. HAKEKAT MENGAJAR EFEKTIF
Dalam kesempatan ini kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru-guru yang mengajar di TK PERTIWI. Adapun pertanyaan yang kami ajukan yakni beserta jawaban dari ibu gurunya:
Ø  Menurut ibu apa itu mengajar yang efektif ?
Jawab :  menurut ibu ani (guru kelas B 3) mengatakan bahwa mengajar  efektif adalah  mengajar sesuai dengan program yang telah disusun atau berdasarkan dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
Ø  Bagaimana cara  mengjajar yang efektif ?
Jawab :  cara mengajar yang efektif yakni
·         Seorang guru itu harus menguasai bahan ajar sesuai dengan program yang direncanakan.
·         Seorang guru itu harus melaksanakan secara tuntas dengan menggunakan metode mengajar yang bervariasi sehingga anak selalu tertarik.
Ø  Apa-apa saja syarat mengajar yang efektif ?
Jawab : a.  menyiapkan bahan ajar
            b. melaksanakan pengajar sesuai dengan bahan yang disiapkan
            c. memilki dan menguasai komptensi guru seperti komptensi pedagogic,kepribadian, dll.
Ø  Apakah semua guru-guru atau tenaga pendidik di TK pertiwi cara mengajarnya sudah efektif ?
Jawab : menurut ibu ani itu tergantung dari cara guru tersebut mengajar, jika guru tersebut sudah melakukan sesuai dengan program atau bahan ajar menurutnya itu sudah cukup efektif.
Ø  Bagaimana atau apa hubungan mengajar yang efektif dengan aspek perkembangan anak ?
Jawab : sangat menunjang perkembnagna anak dimana dalam mengajar ada prinsip-prinsip pengajaran yang diterapkan sesuai dengan perkembangan anak. Contoh :  pembelajaran dikelompok A sangat berbeda dengan pembelajaran dikelompok B sehingga tingkat perkembangan anaknya juga berbeda.
Ø  Karakter guru yang  bagaimana agar dikatakan cara mengajarnya sudah efektif ?
Jawab : karakter gurunya yakni :
a.    guru yang mampu mengolah pembelajaran dan menarik  tidak membosankan      terhadap anak.
b.   Pembelajarnya bervariasi sehingga anak selalu merasa tertarik dengan materi pembelajaran yang diberikan .





UPAYA MENGAJAR EFEKTIF
NO
ASPEK YANG DIAMATI
PENILAIAN
KET.
BAIK
CUKUP
KURANG
A.
1.








2.





3.


4.

5.


6.

7.



8.


9.



D.
1.




2.



3.



4.




5.






6.









7.






E.
1.








2.





3.





4.




5.






6.









7.




8.



9.




10.







11.



\


12.





F.
1.



2.




3.





4.








5.




6.






7.




G.
1.



2.



3.


4.



5.




6.



7.



8.



9.
SISTEMATIKA KEGIATAN BELAJAR
Mengarahkan perhatian








Memberikan tujuan yang hendak di amati





Pengetahuan yang dipersyaratkan telah dipelajari

Menyampaikan bahan pelajaran

Memberikan petunjuk dan tuntutan dalam belajar

Memancing penampilan siswa

Memberikan balikan



Menilai penampilan/hasil belajar


Merangsang kemampuan mengingat-ingat


PRINSIP MENGAJAR EFEKTIF
Menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan



Kesehatan dan kondisi jasmani



Sifat kepribadian & penguasaan diri



Mengerti sifat & perkembangan manusia




Mampu menggunakan prinsip belajar






Toleransi budaya,agama & suku bangsa









Peningkatan profesi & budaya






CIRI MENGAJAR YANG BAIK
Kecakapan membimbing mengajar








Ramah dan simpatik





Berencana dengan baik





Kerjasama




Memberikan saran & anjuran






Demokrasi









Merangsang




Memperhitungkan pengalaman masa lampau siswa


Progresif




Mendiagnosis kesulitan-kesulitan







Menyembuhkan (remedy)






Memberi kebebasan kepada anak-anak





STRATEGI MENGAJAR
Berdasarkan bentuk pendekatan



Berdasarkan pengelompokan siswa




Berdasarkan kecepatan siswa





Pengelompokan berdasarkan kemajuan








Pengelompokan berdasarkan minat




Pengelompokan berdasarkan kecepatan belajar





Berdasarkan ranah tujuan




METODE MENGAJAR
Metode ceramah



Metode Tanya jawab



Metode diskusi


Metode pemberian tugas belajar/resitasi



Metode demonstrasi/eksperimen




Metode kerja kelompok



Metode sosio drama



Metode karya wisata



Metode permainan simulasi

ü








ü





ü


ü

ü


ü

ü



ü


ü




ü




ü



ü



ü




ü






ü









ü








ü








ü





ü





ü




ü






ü









ü




ü



ü




ü







ü






ü






ü



ü




ü





ü













ü






ü





ü



ü






ü



ü




ü











ü
































































































































































































ü
























































































































































































































ü















ü



ü





Yaitu seorang guru harus selalu memberikan semangat besar pada anak didiknya, hal ini dilihat ketika ibu ani memberikan semangat ketika dia akan memulai pelajaran atau ketika anak-anak tidak konsentrasi dengan caranya “tepuk satu, yes” atau dengan bertanya masalah.

Sejauh mana anak itu menguasai pelajaran yang diberikan oleh gurunya agar anak dapat mengerti dan memahami pelajaran

Menjelaskan apa yang akan di pelajari

Menggelindingkan simpai

Ketika 2 orang siswa naik memperagakan

Memberikan tepuk tangan

Dengan menggunakan bahasa tubuh ketika menanyakan pelajaran kemarin

Saat anak memakai baju yang seragam

Tanya jawab tentang kegiatan dan pengalaman pada anak itu sendiri, contohnya saya pernah ke kampong

Sebelum bu ani mengajar dia telah menguasai pelajaran yang akan diajarkan terlihat dari caranya mengajar

Baik karena bu ani sangat semangat saat mengajar anak didiknya

Dia mampu menyesuaikan diri dan menguasai saat anak didiknya ribut dan risih

Bu ani mengerti sifat & perkembangan manusia khususnya perkembangan anak,

Prinsip belajar yang digunakan bu ani ini merupakan dasar-dasar untuk mengajar efektif d mulai dari dia menguasai pelajaran sampai penguasaan diri dll

Bu ani mampu mengajar murid tanpa mempertimbangkan anak didiknya beragama ataupun bersuku bangsa apa, dia bisa menyeimbangkan semua, anak didiknya sendiri ada yg berasal dari suku Makassar, Bugis,Padang, dll

Bu ani giat menambah pengetahuan dari membaca buku dan juga belajar dari pengalaman-pengalaman sesame guru di TK Pertiwi tersebut.


Dalam proses belajar berlangsung guru berjalan di sekeliling anak dan apa bila guru melihat ada kesalahan kepada anak tersebut  maka guru mendidik untuk memperbaiki kesalahan tersebut

Seorang guru harus ramah kepada siswanya agar siswa dapat mengikuti dan menerima pelajaran dengan baik

Sebelum guru memberikan materi kepada muridnya guru terlebih dahulu mempelajari materinya yang akan di ajarkan kepada siswanya.

Dalam proses belajar mengajar guru dan murid dapat saling bekerjasama di dalam kelas.

Dalam proses belajar mengajar guru memberikan saran-saran yang baik kepada siswa dan guru memberikan perlakuan yang sama kepada muridnya.

Dalam proses belajar mengajar guru selalu menciptakan suasana yang nyaman seperti halnya ketika anak-anak rebut kemudian ibu guru mengatakan tepuk satu,setelah itu anak bertepuk tangan satu kali,lalu bilang yes

Guru memberikan contoh permainan kepada muridnya kemudian anak tersebut memperaktekkannya

Guru menceritakan kepada muridnya tentang dongeng-dongeng yang menarik

Seorang guru mengajarkan kepada muridnya bagai mana cara mengembangkan bakat setiap (person) orangnya.

Gurunya mampu menenangkan siswanya dengan cara yang sangat simpel,artinya dia tau apa yang dim au oleh siswanya,sehingga dia mampu menatasi masalah

Ketika anak mengalami  kesulitan,baik itu dalam mewarnai atau bermain ibu guru mampu  menengkan atau menyembuhkan kesulitan yang di alami oleh anak.

Karena ibu guru memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk  menambah bakat dan kemampuannya masing-masing,sesuai dengan norma

Guru selalu mendekati muridnya untuk melihat apakah benar suatu kegiatan yang di kerka oleh muridnya

Dalam satu kelas guru membagi menjadi beberapa kelompok,di antaranya kelompok apel,durian,DLL

Guru memberikan game’s misalnya berlomba menyusun menara,yang di mana guru mengukur kecepatan berfikir siswanya

Guru mengelompokkan secara merata,dengan melihat,jumlah siswa dan tingkat kemampuan siswanya,sehingga sutu nkelompok dapat saling berinteraksi antara satu dengan kelompok yang lainnya

Karena pengelompokan hanya di atur oleh guru,bukan berdasarkan kemauan muridnya

Guru membagi secara merata,yang dimana setiap kelompok ada yang bisa atau mampu menjawab pertanyan atau game yang di berikan oleh guru

Guru sudah melakukan rana kognitif,afektif,dan psikomotoris,yang di mana sesuai dengan tujuan


Guru menjelaskan tata cara menggelindingkan bola dengan baik.

Terjadi umpan balik pertanyaan antara guru dan siswa tentang tata caranya

Metode diskusi tidak dilakukan pada sekolah TK

Guru memberikan tugas menggambar makanan kesukaan kepada siswa

Guru memperlihatkan cara bermain simpai dan mengajarkannya kepada anak didiknya

Anak bekerja secara berkelompok,ada klmpok menjahit & menggambar

Selama observasi anak tidak pernah bermain peran atau drama

Selama observasi anak tidak pernah melakukan belajar di luar kelas

Guru memberikan tugas menjahit baju dengan bahan yang sangat mirip dengan baju asli