Label

Sabtu, 18 Juli 2026

MERCON (Mentoring, Coaching dan Konseling) di Sekolah

SECARA UMUM 

Mentoring, Coaching, dan Konseling adalah tiga pendekatan yang sama-sama bertujuan membantu perkembangan seseorang, tetapi memiliki tujuan, metode, dan peran yang berbeda. Dalam dunia pendidikan, ketiganya saling melengkapi untuk mendukung perkembangan guru maupun siswa. 

1. Mentoring 

Pengertian Mentoring adalah proses pendampingan yang dilakukan oleh seseorang yang lebih berpengalaman (mentor) kepada individu yang kurang berpengalaman (mentee) untuk membantu pengembangan kompetensi, karakter, karier, maupun kepercayaan diri. Hubungan mentoring biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang relatif panjang dan didasarkan pada kepercayaan serta pengalaman mentor. 

Tujuan Mentoring 

* Membimbing pengembangan kompetensi.
* Berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
* Membantu pengambilan keputusan.
* Mengembangkan karakter dan kepemimpinan.
* Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri. 

Karakteristik Mentoring
* Mentor memiliki pengalaman lebih banyak.
* Hubungan bersifat suportif dan kolaboratif.
* Fokus pada pengembangan jangka panjang.
* Banyak menggunakan berbagi pengalaman dan refleksi. 

Contoh 

Seorang guru senior membimbing guru baru dalam: 
* Menyusun perangkat pembelajaran. 
* Mengelola kelas. 
* Berkomunikasi dengan orang tua. 
* Menghadapi tantangan sebagai guru. 

2. Coaching Pengertian 

Coaching adalah proses kemitraan yang membantu seseorang menemukan solusi, meningkatkan potensi, dan mencapai tujuan melalui pertanyaan-pertanyaan yang menggugah pemikiran (powerful questions), refleksi, dan perencanaan tindakan. Seorang coach tidak memberikan jawaban, tetapi membantu coachee menemukan jawabannya sendiri. Definisi ini sejalan dengan pendekatan yang dipopulerkan oleh organisasi seperti International Coaching Federation. 

Tujuan Coaching 
* Mengembangkan potensi.
* Meningkatkan performa.
* Membantu mencapai target.
* Menumbuhkan kesadaran diri.
* Melatih kemandirian. 

Karakteristik Coaching

* Berorientasi pada tujuan.
* Berbasis pertanyaan.
* Coach tidak menggurui.
* Solusi berasal dari coachee.
* Berorientasi masa depan.

Contoh 

Kepala sekolah melakukan coaching kepada guru yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran. Alih-alih mengatakan: > "Gunakan metode diskusi." 
Coach bertanya: 
* Apa tantangan terbesar di kelas Anda?
* Metode apa yang pernah berhasil?
* Menurut Anda, solusi yang paling mungkin diterapkan apa?
* Langkah pertama yang akan Anda lakukan minggu depan apa? 

3. Konseling Pengertian 

Konseling adalah proses bantuan profesional yang bertujuan membantu individu memahami dan mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, akademik, maupun karier sehingga mampu berkembang secara optimal. 
Konseling biasanya dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Tujuan Konseling 

* Mengatasi masalah pribadi.
* Mengurangi stres.
* Mengembangkan kemampuan mengambil keputusan.
* Membantu penyesuaian diri.
* Meningkatkan kesehatan mental. 

Karakteristik Konseling

* Berfokus pada masalah yang sedang dialami. 
* Menggunakan teknik konseling tertentu. 
* Menjaga kerahasiaan. 
* Dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi. 

Contoh 

Seorang siswa mengalami: 
* bullying, 
* kecemasan menghadapi ujian, 
* konflik keluarga, 
* kehilangan motivasi belajar. 

Guru BK membantu siswa melalui proses konseling. 


Perbedaan Mentoring, Coaching, dan Konseling 

 | Aspek      | Mentoring                              | Coaching                              | Konseling | 

 | Fokus      | Pengembangan kompetensi dan pengalaman | Pengembangan potensi dan pencapaian tujuan | Penyelesaian masalah pribadi atau emosional | 

| Peran Pendamping | Memberi arahan dan berbagi pengalaman | Memfasilitasi dengan pertanyaan | Membantu mengatasi masalah | 

| Solusi      | Banyak berasal dari mentor | Berasal dari coachee | Dibangun bersama konselor dan klien | 

| Orientasi Waktu | Jangka panjang | Masa depan | Masalah saat ini dan penyesuaiannya | 

| Hubungan | Senior–junior | Kemitraan | Hubungan profesional konselor–klien 

| Mentoring, Coaching, dan Konseling di Sekolah Sekolah merupakan tempat berkembangnya peserta didik sekaligus tenaga pendidik. 

Oleh karena itu, ketiga pendekatan ini memiliki peran penting. 

A. Mentoring untuk Guru 

Tujuan 

* Membantu guru baru beradaptasi. 
* Meningkatkan profesionalisme. 
* Menumbuhkan budaya belajar. 
* Menyiapkan calon pemimpin sekolah. 

Bentuk Kegiatan 

* Pendampingan guru pemula. 
* Lesson study. 
* Observasi kelas. 
* Berbagi praktik baik. 
* Diskusi rutin. 

Contoh Guru senior mendampingi guru baru dalam: 

* menyusun modul ajar, 
* membuat asesmen, 
* mengelola kelas, 
* menggunakan teknologi pembelajaran. 

B. Coaching untuk Guru 

Tujuan 
* Meningkatkan kualitas pembelajaran. 
* Mengembangkan kompetensi profesional. 
* Menumbuhkan budaya refleksi. 
* Membantu guru mencapai target pengembangan diri. 

Dilakukan oleh 
* Kepala sekolah. 
* Pengawas sekolah. 
* Guru yang memiliki kompetensi coaching. 

Contoh 

Guru ingin meningkatkan keaktifan siswa. 

Coach bertanya: 

* Apa indikator keberhasilan yang ingin dicapai? 
* Strategi apa yang pernah Anda coba? 
* Apa hambatan utamanya? 
* Langkah apa yang akan Anda lakukan? 

Guru sendiri menentukan solusi terbaik. 

 C. Konseling untuk Guru 

Walaupun lebih sering dikaitkan dengan siswa, guru juga dapat memerlukan konseling. 

Misalnya ketika mengalami: 

* stres kerja, 
* burnout, 
* konflik dengan rekan kerja, 
* masalah keluarga yang memengaruhi pekerjaan. 

Konseling dapat dilakukan oleh psikolog, konselor, atau layanan profesional lainnya sesuai kebutuhan. 


Mentoring untuk Siswa 

Tujuan 

* Membantu adaptasi siswa baru. 
* Menumbuhkan karakter. 
* Meningkatkan motivasi belajar. 
* Mengembangkan kepemimpinan. 

Bentuk 
* Kakak kelas menjadi mentor. 
* Guru menjadi mentor akademik. 
* Pendampingan proyek. 
* Klub belajar. 

Contoh 

Siswa kelas B menjadi mentor siswa kelas A agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah. 

Coaching untuk Siswa Pendekatan coaching membantu siswa menemukan solusi dan mengambil tanggung jawab atas proses belajarnya. 

Tujuan 
* Menumbuhkan kemandirian belajar. 
* Melatih berpikir kritis. 
* Menentukan target belajar. 
* Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. 

Contoh Guru bertanya: 
* Apa target belajarmu minggu ini? 
* Hambatan apa yang kamu hadapi? 
* Strategi mana yang paling mungkin berhasil? 
* Kapan kamu akan mulai? 

Siswa merancang rencana tindaknya sendiri. 

Konseling untuk Siswa Dilaksanakan oleh guru BK atau konselor sekolah. 

Tujuan 
* Membantu mengatasi masalah pribadi. 
* Mengembangkan kemampuan sosial. 
* Membantu perencanaan karier. 
* Menangani masalah akademik. 

Permasalahan yang sering ditangani 
* Kesulitan belajar. 
* Bullying. 
* Kecanduan gawai. 
* Konflik teman sebaya. 
* Kecemasan. 
* Masalah keluarga. 
* Perencanaan studi lanjut. 

Integrasi Ketiganya di Sekolah Ketiga pendekatan ini dapat diterapkan secara terpadu sesuai kebutuhan. 

| Situasi                                                                      | Pendekatan yang Tepat | 
| Guru baru belajar mengajar                                     | Mentoring | 
| Guru ingin meningkatkan kualitas pembelajaran    | Coaching | 
| Guru mengalami stres berat                                     | Konseling | 
| Siswa baru beradaptasi                                            | Mentoring | 
| Siswa ingin meningkatkan prestasi                         | Coaching | 
| Siswa mengalami masalah emosional                     | Konseling | 


Manfaat bagi Sekolah Penerapan mentoring, coaching, dan konseling secara terintegrasi memberikan berbagai manfaat, antara lain: 
* meningkatkan kualitas pembelajaran; 
* memperkuat kompetensi profesional guru; 
* membangun budaya refleksi, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan; 
* mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan warga sekolah; 
* meningkatkan motivasi, karakter, dan prestasi siswa; serta 
* menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan setiap individu. 

Kesimpulan Mentoring, coaching, dan konseling merupakan tiga pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. 

**Mentoring** 
berfokus pada pendampingan dan transfer pengalaman dari individu yang lebih berpengalaman kepada yang sedang berkembang. 

**Coaching** 
berfokus pada menggali potensi melalui pertanyaan reflektif agar individu menemukan solusi dan mencapai tujuan secara mandiri. 

**Konseling** 
berfokus pada membantu individu mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, atau akademik melalui layanan profesional. 

Di lingkungan sekolah, penerapan ketiganya secara seimbang mendukung pengembangan profesional guru sekaligus pertumbuhan akademik, sosial, emosional, dan karakter siswa, sehingga tercipta budaya belajar yang kolaboratif, reflektif, dan berpusat pada pengembangan potensi setiap warga sekolah. Baik, mari kita bahas secara lengkap tentang 

**MERCON (Mentoring, Coaching, dan Konseling) di sekolah**, 
khususnya untuk guru dan siswa. Tiga pendekatan ini saling melengkapi dalam mendukung proses pendidikan yang holistik. 

🧑‍🏫 Mentoring 

**Untuk Guru:** 

- Guru senior membimbing guru baru dalam hal manajemen kelas, penyusunan RPP, dan strategi pembelajaran. 
- Membantu adaptasi guru baru terhadap budaya sekolah. 
- Memberikan teladan profesionalisme dan etika kerja. 

**Untuk Siswa:** 

- Guru atau kakak kelas menjadi mentor bagi siswa baru agar lebih cepat beradaptasi. 
- Memberikan arahan tentang cara belajar efektif, disiplin, dan pengembangan minat bakat. 
- Menumbuhkan rasa percaya diri melalui dukungan berkelanjutan. 

🎯 Coaching 

**Untuk Guru:** 

- Kepala sekolah atau pengawas melakukan coaching agar guru mampu menemukan solusi kreatif dalam pembelajaran. 
- Fokus pada pencapaian target tertentu, misalnya meningkatkan keterampilan digital atau metode pembelajaran aktif. 
- Guru diajak refleksi, bukan sekadar diberi arahan. 

**Untuk Siswa:** 

- Guru melakukan coaching untuk membantu siswa menetapkan tujuan belajar dan strategi mencapainya. 
- Membantu siswa mengembangkan keterampilan problem solving dan kemandirian. 
- Contoh: siswa diajak menentukan target nilai ujian, lalu dibimbing menemukan cara belajar yang sesuai. 

💬 Konseling 

**Untuk Guru:** 

- Guru BK atau konselor sekolah bisa membantu guru yang mengalami stres kerja atau masalah pribadi. 
- Memberikan dukungan psikologis agar guru tetap fokus dan sehat mental.
- Membantu guru mengelola hubungan dengan siswa dan orang tua. 

**Untuk Siswa:** 

- Layanan konseling pribadi, sosial, akademik, dan karier. 
- Membantu siswa mengatasi masalah emosional, konflik teman sebaya, atau kesulitan belajar. 
- Membimbing siswa dalam menentukan arah karier sesuai minat dan bakat. 

📊 Perbandingan Singkat 

| Aspek         | Guru                                  | Siswa | 
| Mentoring  | Guru senior → guru baru  | Guru/kakak kelas → siswa baru | 
| Coaching    | Kepala sekolah → guru reflektif | Guru → siswa untuk target belajar | 
| Konseling   | Konselor → guru (dukungan psikologis) | Konselor → siswa (pribadi, sosial, karier)| 

✅ Kesimpulan 

**Mentoring**: berbagi pengalaman dan teladan. 
**Coaching**: membantu refleksi dan pencapaian tujuan. 
**Konseling**: mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan. 

Ketiganya membentuk ekosistem sekolah yang sehat: guru berkembang profesional, siswa tumbuh dengan dukungan akademik dan emosional. 


Rabu, 19 Agustus 2020

Tes Formatif Modul 3 KB 4 Pedagogi 3 Pembelajaran Inovatif


Tes formatif KB 4

1). Model pembelajaran blended learning merupakan kombinasi antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Definisi ini dikemukakan oleh …

a.  Stolovich & Keeps

b.  Maasaki Imai

c.  Stake & Horn 

d.  Clark & Mayer

 

2). Model pembelajaran blended learning dapat membantu guru dalam mengatasi permasalahan dalam pembelajaran diantaranya yaitu terkait dengan …

a.  kedisiplinan

b.  sumber belajar

c.  strategi pembelajaran

d.  tempat 

 

3). Pembelajaran yang menggunakan model ‘blended learning’ dapat meningkatkan akses dan fleksibilitas peserta didik dalam memperoleh pengalaman belajar melalui …

a. memberi kebebasan kepada peserta didik untuk membuat jadwal belajar

b. memperluas jangkauan sumber belajar tidak terbatas pada ruang kelas 

c.  memfasilitasi peserta didik untuk dapat berdiskusi secara online

d. kegiatan belajar yang dapat didesain menjadi lebih menarik dan interaktif.

 

4). Berikut yang merupakan salah satu karakteristik dari model blended learning adalah ....

a. adanya gabungan berbagai strategi dan gaya pembelajaran 

b. guru memiliki peran yang dominan selama kegiatan pembelajaran

c. siswa wajib menggunakan komputer selama kegiatan pembelajaran 

d. seluruh kegiatan diskusi dilaksanakan melalui sistem online

 

5). Berikut yang merupakan model kelas dalam blended learning yang termasuk dalam kategori model rotasi (rotation model) yaitu …

a.  model kelas flipped (flipped classroom) 

b.  model kelas self-blend  

c.  model kelas flex

d.  model kelas enriched-virtual

 

6). Model kelas yang sering digunakan dalam pembelajaran blended learning pada sekolah yang peserta didiknya tidak banyak mempunyai perangkat seperti tablet dan laptop adalah …

a. model self-blend

b. model kelas station rotation  

c.  model kelas flex

d.  model kelas flipped (flipped classroom)

 

7).  Karakteristik dari model kelas flipped (flipped classroom) yaitu …

a. siswa dapat mengambil kegiatan pembelajaran online sebagai tambahan dari kegiatan pembelajaran tatap muka yang telah dilakukan.

b.  siswa mendapatkan jadwal yang telah disesuaikan dengan masingmasing individual untuk dapat belajar secara mandiri.

c.  siswa dapat berdiskusi langsung dengan guru secara online ketika menemui permasalahan dalam pembelajaran

d. siswa mendapatkan mendapatkan pengajaran secara langsung melalui sistem secara online sebelum kelas dimulai.  

 

8). Pembelajaran yang menggunakan model blended learning dapat memungkinkan guru untuk mengarahkan pembelajaran fokus sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik secara individual. Hal ini dikarenakan …

a. model blended learning mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran

b. model blended learning mempunyai banyak ragam variasi model kelas yang dapat dipilih untuk menerapkan kegiatan pembelajaran

c. model blended learning memungkinkan guru untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik melalui aktifitas pembelajaran online. 

d. model blended learning memiliki sesi pembelajaran online yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk dapat belajar kapanpun dan dimanapun.

 

9).  Komponen penting yang harus diperhatikan dalam merancang dan mengembangkan aktifitas pembelajaran dengan model blended learning, diantaranya adalah …

a.  materi pembelajaran

b.  standar capaian 

c.  karakteristik siswa

d.  interaksi antar siswa

 

10). Guru dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran blended learning yang telah dilakukan salah satunya melalui …

a.  hasil belajar siswa selama sesi pembelajaran 

b.  ketersediaan media berbasis teknologi

c.  presentase kehadiran siswa dalam sesi pembelajaran

d. pendampingan orangtua dalam sesi pembelajaran online

Tes Formatif Modul 3 KB 3 Pedagogi 3 Pembelajaran Inovatif

 Tes formatif KB 3 

1). Pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat dan teknologi digital secara inovatif selama proses belajar mengajar sering juga disebut sebagai ....

a.  distance education

b.  open learning

c.  Pembelajaran Digital 

d.  mobile learning

 

2).  Salah satu fungsi  yang tercipta melalui jaringan (networking) yang tidak hanya mencakup fasilitas yang sangat dan sering dibutuhkan, seperti printer atau modem, namun juga berkaitan dengan data atau program aplikasi tertentu, adalah .....

a. fungsi caring

b. fungsi sharing 

c. fungsi managing

d. fungsi organising

 

3). Salah satu prinsip penerapan Pembelajaran Digital yang mendasarkan pada  kemampuan peserta didik, pengetahuan sebelumnya (prior knowledge), dan kenyamanan belajar peserta didik, yakni .....

a.  prinsip aksesibilitas

b.  prinsip penilaian

c.  prinsip partisipasi

d.  prinsip personalisasi 

 

4).  Di dalam prinsip penerapan Pembelajaran Digital, yakni prinsip penilaian, bagian penting dari penerapan prinsip tersebut dalam Pembelajaran Digital agar terjadi proses evaluasi yang mendalam dan komprehensif adalah ….

a.  aksesibilitas

b.  reward dan punishment

c.  pemantauan dan umpan balik berkelanjutan 

d.  perangkat keras dan perangkat lunak

 

5). Salah satu keuntungan terbesar dari platform Pembelajaran Digital adalah memungkinkan peserta didik untuk bersosialisasi, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan sesama peserta didik di web yang disebut juga dengan istilah ….

a.  social engagement 

b.  analisis progres

c.  mix approach

d.  media sosial

 

6). Di dalam pemanfaatan Pembelajaran Digital dimana peserta didik dapat mengakses berbagai referensi, baik yang berupa hasil penelitian, maupun artikel hasil kajian dalam berbagai bidang, disebut dengan ….

a.  potensi pembelajaran

b.  potensi pendidikan 

c.  potensi akses informasi 

d.  potensi alat komunikasi

 

7). Salah satu ragam Pembelajaran Digital yang disampaikan (atau didukung) oleh teknologi mobile dalam proses pembelajaran maupun terintegrasi dalam aktivitas pembelajarannya, disbeut juga dengan …. 

a.  pembelajaran berbasis Cloud Computing 

b.  pembelajaran berbasis permainan

c.  media sosial

d.  mobile learning 

 

8). Game-Based Learning (GBL) berfokus pada permainan yang tujuannya bukan untuk menghibur melainkan untuk tujuan pembelajaran dengan terlebih dahulu mengidentifikasi konteks dan kondisi yang mendukung integrasi dari permainan digital dengan ….

a.  lingkungan belajar formal dan informal 

b.  peserta didik lain secara virtual

c.  ketersediaan aplikasi yang dimiliki oleh peserta didik

d.  perangkat keras dan perangkat lunak

 

9). Cloud Computing merupakan konsep dimana komputasi merupakan sebuah model yang memungkinkan terjadinya penggunaan berbagai macam sumber daya, yakni jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi, dan service secara ….

a.  terpisah

b.  terhubung

c.  bersama-sama 

d.  langsung 

 

10). Layanan pemyimpanan berkas, dokumen, presentasi, form dan spreadsheet pada layanan software as a service, dimana pengguna tinggal menggunakan aplikasi atau perangkat lunak yang sudah disediakan, disebut juga dengan ….

a.  Microsoft 

b.  Adobe Suite

c.  Adobe Creative Cloud 

d.  Google Drive

Selasa, 18 Agustus 2020

Tes Formatif Modul 3 KB 2 Pedagogi 3 Pembelajaran Inovatif

 

Tes Formatif KB 2

1). Neurosain merupakan ilmu yang mempelajari sistem syaraf otak manusia dan seluruh fungsinya (misalnya pikiran) dengan menggunakan pendekatan ....

a.  monodisiplin

b.  interdisiplin

c.  multidisiplin 

d.  crossdisiplin

 

2).  Bagi neurosain, pembelajaran dianggab berhasil mengoptimalkan potensi otak ketika ....

a.  seluruh neuron dalam otak dapat saling terhubung satu dengan lainnya

b.  sebuah axon pada suatu neuron terhubung dengan dendrit neuron lainnya

c.  neuron-neuron yang jarang digunakan menghilang dari syaraf otang

d.  mampu menyalakan banyak kelompok-kelompok neuron secara bersama sama. 

 

3).   Emosi positif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar peserta didik. Daerah otak yang berfungsi sebagai pusat pengendalian emosi adalah ....

a.  batang otak

b.  sistem limbik 

c.  korteks

d.  Cerebellum 

 

4).  Semakin tebal lapisan myelin menyelimuti axon akan semakin cepat axon memanggil kembali informasi yang tersimpan di dalam memori.  Penebalan meylin pada akson akan terjadi ketika seseorang ....

a.  sering menggunakan informasi yang pernah dipelajari 

b.  mempelajari banyak informasi dengan menyenangkan

c.  mempelajari informasi dengan daya konsentrasi yang tinggi

d.  mempelajari informasi dengan didukung nutrisi yang baik

 

5).  Pembelajaran akan optimal bagi otak dalam menyerap dan mengolah informasi, ketika guru setiap 90 menit memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan gerakan peregangan otot dan rilaksasi. Hal ini dikarenakan otak akan mengalami....

a.  ketegangan syaraf otak ketika belajar cukup lama 

b.  kekurangan oksigen jika belajar cukup lama

c.  siklus bio-kognitif perhatian yang naik turun 

d.  tekanan berat jika belajar cukup lama

 

6).  Salah satu faktor yang menyebabkan  seseorang setelah berusia 30 tahun mengalami kesulitan dalam mengingat kembali informasi yang pernah dipelajarinya, diantaranya yaitu ....

a.  perkembangan syaraf neuron terlalu banyak dan pembentukan koneksi mulai krodit

b.  perkembangan syaraf neuron mulai menurun dan pembentukan koneksi mulai lambat 

c.  syaraf sensori yang dimiliki mulai berkurang kepekaannya

d.  informasi yang masuk ke dalam register sensori terlalu banyak

 

7).    Dari sudut pandang Neurosains, stimulasi lingkungan yang kaya dengan rangsangan belajar sangat penting terutama bagi anak usia dini dikarenakan stimulasi lingkungan yang kaya akan ....

a.  meningkatkan dan menguatkan jumlah koneksi antar sel neuron 

b.  meningkatkan dan memperlama semangat dan minat belajar anak

c.  membuat anak tidak cepat bosan dalam bermain dan belajar

d.  memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk berekplorasi 

8).    Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan gerakan peregangan otot dan relaksasi otak penting dilakukan pada proses pembelajaran berbasis neurosain, dikarenakan ....

a.  saat otak tegang adalah kondisi yang tidak baik bagi otak untuk menghafalkan materi pelajaran 

b.  gerakan peregangan otot dan relaksasi otak akan membuat peserta didik tetap sehat dan bugar

c.  gerakan peregangan otot dan relaksasi otak akan membuat peserta didik tidak bosan mengikuti pembelajaran

d.  kondisi relaks dan tenang dapat mengoptimalkan otak mengolah dan merefleksikan materi yang dipelajari 

 

9).    Menurut Jensen (2008), pembelajaran berbasis neurosain dapat dilakukan beberapa tahap, yaitu ....

a.  persiapan, akuisisi, formasi memori, elaborasi, dan integrasi fungsional.

b.  persiapan, akuisisi, formasi memori, elaborasi, dan perayaan kelas.

c.  persiapan, akuisisi, elaborasi, formasi memori, dan integrasi fungsional. 

d.  persiapan, akuisisi, elaborasi, formasi memori, dan perayaan kelas.

 

10).   Dalam suatu pembelajaran diketahui sebagian besar peserta didik susah berkonsentrasi mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga pada akhir pembelajaran mereka tidak mampu menguasai materi pembelajaran dengan baik. Hal itu dapat terjadi karena ....

a.  peserta didik terlalu banyak memakan makanan

b.  hemoglobin dalam darah peserta didik rendah 

c.  cahaya lampu dalam ruang kelas kurang terang

d.  peserta didik kurang banyak meminum air putih

Tes Formatif Modul 3 KB 1 Pedagogi 3 Pembelajaran Inovatif

 Tes Formatif KB 1


1. STEAM adalah singkatan dari....

a. Science, Technique, Engineering, Art, Manipulation

b. Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics

c. Science, Technology, Engineering, Art, Manipulation

d. Science, Technique, Engineering, Art, Mathematics

 

2. Teknik adalah ilmu yang mencakup....

a. desain sistem, peralatan, dan mesin

b. pola-pola sistemik pada organisme

c. inovasi observasi lingkungan

d. bahasa-bahasa alam dan teknologi

 

3. Pendekatan pembelajaran STEAM yang mengajarkan pelajaran Matematika dan IPA secara terpisah dalam waktu yang berbeda dikenal sebagai pendekatan .... 

a. silo

b. embeded

c. integrated

d. silo-integrated

 

4. Pendekatan terbaik untuk menerapkan pembelajaran STEAM pada siswa sekolah dasar adalah....

a. silo

b. embeded

c. integrated

d. silo-embeded

 

5. Berikut merupakan salah satu tujuan diperlukannya pembelajaran STEAM, yaitu ....

a. Pekerjaan-pekerjaan terdahulu memerlukan keahlian STEAM

b. Kaum laki-laki lebih ditekankan untuk mempelajari bidang STEAM

c. Indonesia harus melakukan reformasi kultural pada bidang ekonomi

d. Menumbuhkan keterampilan penalaran calon pekerja mendatang

 

6. Salah satu cara mendasar agar pembelajaran STEAM dapat diterapkan di sekolah adalah melalui....

a. Keterlibatan pengusaha

b. Dukungan orang tua

c. Perencanaan pembangunan 

d. Perencanaan pembelajaran

  

7. Berikut ini merupakan contoh prinsip pembelajaran STEAM yang berupa prinsip keaktifan, yaitu ....

a. Peserta didik diperlihatkan contoh dan non contoh

b. Peserta didik diminta berpikir secara induktif

c. Peserta didik disadarkan untuk termotivasi

d. Peserta didik diberikan penghargaan dan medali 

 

8. Apa suasana dan norma yang dominan berlaku dalam pembelajaran STEAM yang dilakukan dengan model Problem Based Learningdan Project Based Learning....

a. individualistik

b. kompetitif

c. kolaboratif

d. formalistik

 

9. Berikut ini merupakan contoh penerapan dari pembelajaran STEAM untuk anak SMA yang tepat ....

a. Peserta didik diminta membedakan perubahan waktu pada jam dinding dari kertas kardus

b. Peserta didik diminta membuat projek identifikasi bentuk geometri melalui alam yang dikunjungi

c. Peserta didik diminta merangkai puzzle dalam penentuan luas dan keliling benda di kelas

d. Peserta didik diminta membuat kebun binantang dari plastisin guna membedakan habitat hewan air dan darat

 

10.  Di bawah ini yang merupakan salah satu tantangan pembelajaran STEAM yang perlu diatasi yaitu: ....

a. standar pelajaran jelas tertulis di kurikulum nasional Indonesia

b. beragamnya kompetensi abad 21 yang perlu dicapai

c. bidang teknik dan teknologi lebih disukai oleh perempuan

d. dianggap terlambat saat STEAM diterapkan di Sekolah Menengah Atas