Label

Sabtu, 19 November 2011

identifikasi usaha, peluang dan resiko usaha


TUGAS KEWIRAUSAHAAN
“ IDENTIFIKASI USAHA”
UNM.jpg
D
I
S
U
S
U
N
O L E H :
S U K M A  S U K A R D I
1 0 4 9 0 4 0 2 1
P G P A U D  /  A
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011



KEWIRAUSAHAAN
Ø  Identifikasi suatu usaha
Usaha berdagang
Usaha yang ingin saya kembangkan ini yaitu usaha berdagang yang menjual bahan kebutuhan manusia, berupa :
·         Bahan makanan : beras, tepung, gula, mentega, dll
·         Bahan perlengkapan rumah tangga : sampo, deterjen, sabun, odol, pembersih, dll
·         Bahan perlengkapan lainnya : sikat, sapu, dll
·         Kebutuhan pelajar : pulpen, pencil, biku, dll
·         Makanan ringan : snack, coklat, krupuk, dll
Ø  Peluang usaha
Dalam usaha berdagang ini sangat baik ditambah lagi apa yang di jual dan disiapkan adalah hal yang sangat penting dan di utuhkan oleh semua orang sehingga bukan hal mustahil untuk mendapat banyak keuntungan dari usaha atau bisnis ini. Dan jangan pernah anda berpikir belum membuka usaha karena belum ada peluang, padahal pada umumnya dikarenakan anda belum siap.
Untuk lebih mudah melihat peluang usaha mari kita lihat di sekitar kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kembangkan lebih lanjut, sehingga kita dapat melihat peluang-peluang usaha yang sangat banyak tersebut yang kita minati dan sesuai dengan kemampuan kita.
Ø  Prospek ke depan
Jika dilihat dari prospek kedepan dari usaha berdagang ini maka kita akan melihat banyak sekali keuntungan sehingga sangat bagus untuk dijalankan karena yang menjadi bahan jualan dalam usaha ini merupakan bahan-bahan yang hampir menjadi kebutuhan wajib setiap orang, mak bukan hal mustahil jika usaha yang saya kembangkan ini akan menjadi usaha yang sukses dan diminati setiap konsumen, apalagi jika pelayan yang kami berikan sangat baik. Untuk prosek ke depan nanti maka yang di perlu di perhatikan adalah :
ü  Menilai Kemampuan Pribadi
Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita.  Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki. 

Ø  Dimana tingkat pandangan di mata masyarakat
Dalam usaha berdagang ini saya membukanya dalam sector kecil dan menengah, dengan alas an karena usaha atau bisnis ini akan dijalankan, dikelola dan di tempatkan pada kondisi masyarakat kecil dan menengah. Adapun tempat yang saya gunakan dalam bisnis saya ini yaitu membuat bangunan(toko) khusus untuk di pakai berbisnis, yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik seperti beberapa took-toko lain. Hanya saja usaha ini belum setara dengan alfa, alfa express, alfa midi, indomaret, dll. Dikarenakan masalah ekonomi yang belum sampai kesana. Tapi sejlan dengan beriringnya waktu dan jika keuangan sudah memungkinkan bkan hal yang tidak mungkin untuk membuatnya setara dengan took-toko tersebut bahkan lebih dari itu.
Ø  Cara memanage usaha
Jika kita telah menentukan suatu usaha maka yang kita lakukan selanjutnya adalah memanage usaha tersebut, sebelum memuka suatu usaha yang hari dilakukan pertama kali adalah menganalisa lebih dalam usaha tersebut.
Salah satu hal yang membuat suatu usaha atau bisnis maju dan menuai hasil yang baik adalah pada perencanaan usaha yang matang. Salah satu kiat sukses bisnis berada pada perencanaan usaha yang didasarkan pada analisa terhadap beberapa faktor yang akan berpengaruh pada kelangsunganusaha atau bisnis yang dijalani. Analisa bisnis ini memegang peranan yang cukup pening untuk usaha yang dikembangkan. Biasanya analisa-analisa terhadap factor tersebut diabaikan oleh pelaku usaha. Bisa dimaklumi, bisnis atau usaha ini biasa dijalankan menurut “naluri”. Meski banyak ang sukses dengan cara tersebut namun alangkah baiknya jika dilandasi oleh analisa atau perencanaan yang matang, evaluasi perembangan bisnis, perbaikan, inovasi, analisis perbaikan usaha dan sebagainya.
ü  Analisa Modal
Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut, berapa modal yang dimiliki, modal ini adalah hal yang sangat penting ketika ingin mengelola suatu usaha karena dengan inilah usaha atau bisnis mulai di jalankan. Modal ini sendiri bia dari modal pribadi dari tabungan kita sendiri ataupun pinjaman dari bank
ü  Analisa Sektor Usaha
Yaitu menganalisa apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan kita. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.
ü  Analisa prospek
Menganalisa atau merencanakan serta mempelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.
ü  Analisa Penghasilan
Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda.
ü  Analisa Jam Kerja
Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.
Ø  Bagaimana mengelolanya???
Untuk mengelola suatu usaha atau bisnis yang harus dilakukan adalah :
1.      Menyiapkan modal
Modal yang saya gunakan dalam usaha saya ini adalah modal dari pinjaman bank dengan bunga yang sedikit, dan modal yang  saya gunakan adalah 30 juta.
2.      Menyiapkan tempat usaha
Yaitu tempat dimana usaha kita akan dijalankan, dan dalam usaha yang saya kembangkan ini di tempat yang ramai dan strategis dengan bangunan yang dibuat khusus untuk tempat usaha tersebut (toko).
3.      Menyiapkan barang jualan
Barang jualan ini sangat di penting karena inilah yang diperlukan dalam berbisnis atau beusaha ini.
4.      Orang yang terlibat
Orang yang terlibat dalam usaha ini adalah :
a.       Manager : saya sendiri (sukma sukardi)
b.      Karyawan 2 orang
1 orang jam kerja siang (08.00-15.00)
1 orang jam kerja malam (15.00-22.00)
5.      Perhitungan operasional
-          Pengambilan barang                                      Rp. 10.000.000,-
-          Ongkos pengambilan barang                         Rp.       500.000,-
-          Gaji karyawan untu 2 orang                          Rp.    1.700.000,-
-          Pebuatan tempat usaha beserta                      Rp. 15.000.000,-
Peralatan serta lemari-lemari jualan
6.      Penghasilan
Dari perhitungan yang telah dilakukan maka di dapatkan laba sekitar Rp.200.000,- per hari, dan jika konsumennya meningkat maka penghasilan dapat mencapai sekitar Rp.500.000,-.
Ø  Dalam menjalankan kegiatan pembangunan dan pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko yang dapat mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Diantara resiko usaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan.
ü  Resiko Internal Usaha
Dalam menjalankan usaha setiap perusahaan memerlukan perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut diantaranya adalah sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga diperlukan peraturan baku (SOP) yang memuat kewajiban dan hak-hak karyawan, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya kesalah pahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para  karyawannya.
ü  Resiko Eksternal Usaha
a)      Resiko Buyer/Supplier
Dalam melakukan pemasaran hasil produksi perusahaan harus lebih berkonsentrasi kepada kwalitas layanan dan selalu melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan kontinuitas kepada buyer potensial yang menjadi pelanggan perusahaan.
b)      Resiko Perekonomian
Faktor resiko yang berasal dari luar kegiatan usaha antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi, sosial dan politik baik lokal, nasional maupun internasional dapat berakibat kurang baik terhadap dunia usaha pada umumnya. Memburuknya kondisi perekonomian akan dapat mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, disamping kondisi ekonomi makro juga cukup berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha
c)      Resiko Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu pihak pengelola dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Selain masalah produksi, maka masalah ketepatan waktu pasokan dan kecepatan pelayanan dapat memberi kepuasan bagi para konsumen. Apabila pihak produsen kurang memanfaatkan perkembangan teknologi, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, yang pada akhirnya akan kalah dalam bersaing di pemasaran.
d)     Resiko Penghentian Ijin Usaha
Persyaratan perijinan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan usaha. Hal ini berhubungan  dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Apabila perusahaan melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku maka terdapat kemungkinan sebagian atau seluruh ijin usaha perusahaan dapat dibekukan sementara,  ataupun dicabut sehingga dapat menghambat dan atau mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi. Hal ini bisa saja terjadi apabila perusahaan lalai dalam hal mengelola perijinan usahanya.
e)      Resiko Persaingan Usaha
Setiap usaha tidak terlepas dari persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya yang bergerak pada bidang yang sama. Dalam hal ini setiap bidang usaha harus lebih mempertimbangkan masalah kualitas atau standar produk yang ditawarkan, ketepatan waktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan dipasaran.
f)       Resiko Perubahan Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
Setiap usaha berhubungan dengan konsumen dan produsen yang mensupplai kebutuhan usahanya. Dalam menjaga hubungan itu pemerintah mengatur melalui berbagai peraturan. Kegagalan perusahaan dalam mengantisipasi peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah dapat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan produksi dan pemasarannya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Disamping itu, perubahan peraturan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung maupun tak langsung berkaitan bidang usaha bagi konsumen akhir dapat mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.
g)      Resiko Tidak Tercapainya Target Proyeksi
Bila proyeksi produksi dan penerimaan yang dibuat tidak tercapai, maka akan berakibat kepada kemampuan perusahaan dalam memberikan return (pengembalian) kepada investor maupun kepada pemegang saham serta keterlambatan dalam melunasi kewajiban pinjamannya sesuai dengan jadwal.
Ø  Berikut ini tips untuk mengurangi risiko ketika memulai sebuah bisnis:
ü  Rencanakan skenario terburuk.
Anda tidak memulai bisnis dan berpikir akan gagal- Anda membutuhkan seluruh energi positif dan selalu berpikir positif. Disamping semua optimisme tadi,berpikir bahwa kegagalan bisa saja terjadi, bisa membuat energi Anda kembali dan membuat keputusan yang lebih baik.
ü  Selalu melakukan penilaian yang Baik.
Hindari perilaku impulsif ( bertindak tanpa berpikir ) selalu menganalisa dan mengkaji kembali keputusan bisnis Anda. Jangan terbawa oleh dorongan tindakan tanpa berpikir.
ü  Selalu gunakan sistem cek dan ricek, terutama ketika membuat keputusan besar. Dengarkan ide-ide dari orang-orang yang Anda percayai, bisa pasangan Anda, mentor Anda atau penasehat bisnis. Ini agar bisa memberikan cara pandang yang berbeda dengan apa yang Anda sudah rencanakan.
ü  Cari mentor
Saran dari seseorang yang telah berpengalaman dalam bisnis sangatlah berharga.Ikutlah berbagai forum wirausaha, seminar, pelatihan untuk membangun jaringan. Gunakan organisasi untuk mencari mentor.
ü  Tetap fokus pada kekuatan Anda
Jangan mengambil semua kesempatan yang mungkin Anda temui, terutama jika bisnis itu di luar kemampuan Anda. Tetaplah FOKUS pada kekuatan inti Anda. Anda akan sukses jika Anda mengetahui apa yang Anda bisa lakukan.
ü  Mengurangi resiko bisnis
Jalankan bisnis dengan ramping dan Kreatif. Jangan menghabiskan uang pada hal yang tidak perlu. Jika Anda menemukan cara pemasaran yang lebih hemat, lakukan lah.
ü  Pasar, Pasar dan Pasar
Bahkan sebelum membuka Bisnis, Anda sudah harus menyiapkan tahapan Pemasaran. Memiliki pelanggan yang sudah siap sebelum bisnis Anda dibuka bisa segera mengatasi cash flow Anda.
ü  Pertimbangkan mendapatkan Asuransi yang tepat
Saat berbicara tentang resiko bisnis, yang terlintas adalah asuransi. Pelajari berbagai Produk Asuransi, seperti Asuransi kewajiban, kompensasi pekerja, Asuransi Properti, dan lain-lain dapat melindungi Anda dari klaim dari pelanggan, vendor dan orang lain yang berhubungan dengan bisnis Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar