Sabtu, 19 November 2011

KLASIFIKASI JENIS USAHA, PELUANG USAHA DAN RESIKO USAHA

TUGAS KEWIRAUSAHAAN
“KLASIFIKASI JENIS USAHA, PELUANG USAHA DAN RESIKO USAHA”
UNM.jpg
D
I
S
U
S
U
N
O L E H :
S U K M A  S U K A R D I
1 0 4 9 0 4 0 2 1
P G P A U D  /  A
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011



KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat-Nya maka saya (penulis) dapat menyelesaikan tugas makalah saya yang berjudul “Klasifikasi Jenis Usaha, Peluang Usaha Dan Resiko” tepat waktu yang merupakan tugas dari mata kuliah “KEWIRAUSAHAAN”.
Dan tak lupa penulis kirimkan shalawat dan salam ke junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah menghadirkan kepada kita makna saling percaya yang dibingkai dalam sampul Ad-Dinul Islam.
Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu saya khusunya bagi orang tua tercinta yang telah memberikan bantuan moril serta materil sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran teman-teman diterima dengan senang hati demi kesempurnaan makalah ini.








                                                                                                        Makassar, 24 October 2011

                                                                                                             SUKMA SUKARDI



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Usaha adalah suatu pekerjaan yang di kerjakan dengan memiliki keahlian tertentu untuk mendapatkan atau menghasilkan uang. Ada beberapa jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan yang memiliki potensi yang baik dan juga bermanfaat, dan untuk mendapatkan usaha yang baik dan cocok kita harus mampu melihat dan menelaah peluang-peluang usaha yang muncul dalam usaha tersebut, selain itu kita juga harus memperhaatikan resiko-resiko yang terjadi pada usaha tersebut sebelum memilih suatu usaha yang cocok untuk di jalankan.
1.2  Rumusan masalah
1.      Jelaskan jenis-jenis usaha yang ada?
2.      Bagaimana peluang usaha?
3.      Bagaimana resiko yang dihadapi dalam menjalankan usaha?
1.3  Tujuan
1.      Mengetahui beberapa jenis-jenis usaha
2.      Mengetahui peluang usaha yang di lakukan
3.      Untuk mengetahui resiko yang dihadapi dan bagaimana cara mencegahnya
1.4  Manfaat
Memberikan informasi tentang jenis-jenis usaha, peluang  usaha serta resiko yang terjadi dalam menjalankan suatu usaha yang dapat menambah wawasan kita serta dapat menjadi acuan kita ketika kelak membuka usaha.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      JENIS USAHA
Usaha kos-kosan atau rumah yang di sewakan juga marak belakangan ini, apalagi jika usaha kos anda berada dekat dengan perkantoran, kampus, sekolahan. Usaha kos-kosan ini sangatlah diminati dan laku oleh para mahasiswa ataupun karyawan.
Usaha bengkel
Usaha bengkel dan usaha di bidang otomatif seperti bengkel motor sangatlah menjamur sesuai pula dengan banyaknya dan bertambah jumlah kendaraan dari tahun ke tahun. Minimal satu rumah sekarang punya motor gak cukup satu.
Usaha rumah makan
Peluang usaha rumah makan dapat dikatakan dari dulu sudah menjamur, usaha rumah makan apa pun itu, baik usaha lauk pauk, usaha warung makan, usaha nasi uduk, usaha nasi kuning, dsb.
Usaha penyewaan kendaraan
Usaha penyewaan kendaraan atau usaha sewa mobil sedang menjadi primadona, karena banyak sekali orang yang ingin bepergian terutama itu bos-bos yang ingin mengadakan pertemuan di beberapa kota, tentu dia juga akan mencari mobil sewaan dan juga driver untuk memandu di kota tersebut.
Usaha laundry
Usaha yang menerima pesanan pakaian yang ingin di laundry karena kebanyakan orang sibuk dengan pekerjaan luarnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan di  rumah seperti mencuci pakaian.
Usaha ketikan, print dan fotocopy
Usaha yang memberikan kemudahan bagi orang-orang yang menyelesaikan tugas maupun pekerjaan lain yang berhubungan dengan urusan ketkan, fotocopy hingga print.
Usaha isi ulang air minum galon
Usaha yang lumayan banyak di temukan ini di minatii karena semua orang membutuhkan air minum tiap harinya sehingga usaha gallon ini jarang sepi dan banyak diminati.
Usaha warnet
Usaha yang menyediakan layanan internet yang dapat memberikan informasi yang tak terbatas sehingga memungkinkan banyak pelanggan yang menggunakannya.
2.      PELUANG USAHA
Untuk mendapatkan peluang usaha ada beberapa hal yang harus dimiliki dan di perhatikan, yaitu :
1.       Menilai Kemampuan Pribadi
Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita. 
Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki. 
2.      Bagaimana Mencari Peluang Usaha
Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal kecil sampai usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir  belum berusaha karena belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap.
Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita. 
Beberapa sumber peluang usaha misalnya :
ü  Buku daftar telepon. Biasa juga disebut buku kuning yang memuat daftar produk atau jasa yang berhubungan dengan usaha kecil. Misalnya Anda berminat dengan perkebunan, maka Anda akan mendapatkan semua klasifikasi yang berhubungan dengan berkebun seperti jenis bunga, arsitek penataan kebun, obat-obatan untuk tanaman dll. Buat daftar mana saja yang Anda sukai.
ü  Koran & Majalah. Anda dapat berlangganan koran atau tabloid yang sering menginformasikan berbagai ide dan peluang usaha, dan juga iklan-iklan yang menawarkan kerja sama dll. Jika Anda membacanya, pikirkanlah peluang bisnis yang ada atau kecenderungan usaha yang mungkin dapat Anda kembangkan lagi.
ü  Hobi & bepergian. Kapan saja Anda bepergian lihat sekeliling dimana Anda berada. Toko-toko pakaian, makanan, bengkel, kerajinan, mebel dan lain sebagainya. Jika Anda menemui sesuatu yang menarik, cobalah Anda tanya dan berdiskusi dengan pemilik usaha tersebut, darimana produknya disuplai, apa usahanya cukup maju, apakah barang yang Anda lihat banyak peminat atau tidak dll. Tehnik bertanyanya terserah Anda, apa pura-pura membeli, menawar, memuji keindahannya, komentar kok pelanggannya banyak dlsb.
ü  Kunjungi Toko Buku. Toko buku selain tempat untuk membeli berbagai buku bacaan atau keperluan sekolah. Namun banyak juga toko buku yang menjual buku berbagai ide usaha. Coba anda lihat-lihat atau minta catalog buku. Mungkin saja ada buku yang memberi ide usaha untuk Anda lakukan. Untuk mudahnya agar tidak semua buku Anda borong, sebaiknya catat saja dahulu judul-judul yang memberikan ide usaha kepada Anda. jika Anda sudah menyeleksi dan mempunyai beberapa pilihan yang paling mendekati keinginan Anda, barulah dibeli.
ü  Teman atau kenalan. Bersilahturahmi kepada teman-teman adalah pekerjaan yang baik sekali dan dianjurkan oleh agama islam. Beritahu mereka tentang minat Anda mencari produk atau usaha tertentu. Tanyakan pada mereka apa yang mereka lakukan. Kalau mereka bergelut dalam dunia bisnis tanyakan bagaimana kondisi terakhir dunia perbisnisan, tanyakan bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana rencana masa depan , bagaimana mereka menilai kebutuhan pasar. Jika usaha yang Anda minati ada diantara mereka, cobalah dekati mereka lebih dalam, misalnya ajak mereka makan siang atau malam, bertamu kerumahnya, berkunjung ketempat usahanya dll.
Masih banyak sumber-sumber informasi peluang yang bisa Anda jajaki, misalnya perpustakaan, distributor, pedagang grosir, pasar, mall, pelanggan dari suatu perusahaan, berbagai ekspor/import, jasa informasi produk lisensi, internet, pameran, bazar, seminar, supermarket dll. 
Agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda. 
3.      Kriteria Memilih Peluang Usaha
Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang akan Anda lakukan. Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :
ü  Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.
ü  Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari tambahan lain.
ü  Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.
ü  Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.
ü  Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.
ü  Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah daftar peluang usaha apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda. 
4.       Pilihan Terakhir.
Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha. Kemudian  pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat, kemampuan dan kesigapan Anda. Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan. 
3.      RESIKO YANG DI HADAPI
Dalam menjalankan kegiatan pembangunan dan pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko yang dapat mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Diantara resiko usaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan.
ü  Resiko Internal Usaha
Dalam menjalankan usaha setiap perusahaan memerlukan perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut diantaranya adalah sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga diperlukan peraturan baku (SOP) yang memuat kewajiban dan hak-hak karyawan, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya kesalah pahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para  karyawannya.
ü  Resiko Eksternal Usaha
a)      Resiko Buyer/Supplier
Dalam melakukan pemasaran hasil produksi perusahaan harus lebih berkonsentrasi kepada kwalitas layanan dan selalu melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan kontinuitas kepada buyer potensial yang menjadi pelanggan perusahaan.
b)      Resiko Perekonomian
Faktor resiko yang berasal dari luar kegiatan usaha antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi, sosial dan politik baik lokal, nasional maupun internasional dapat berakibat kurang baik terhadap dunia usaha pada umumnya. Memburuknya kondisi perekonomian akan dapat mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, disamping kondisi ekonomi makro juga cukup berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha
c)      Resiko Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu pihak pengelola dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Selain masalah produksi, maka masalah ketepatan waktu pasokan dan kecepatan pelayanan dapat memberi kepuasan bagi para konsumen. Apabila pihak produsen kurang memanfaatkan perkembangan teknologi, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, yang pada akhirnya akan kalah dalam bersaing di pemasaran.
d)     Resiko Penghentian Ijin Usaha
Persyaratan perijinan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan usaha. Hal ini berhubungan  dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Apabila perusahaan melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku maka terdapat kemungkinan sebagian atau seluruh ijin usaha perusahaan dapat dibekukan sementara,  ataupun dicabut sehingga dapat menghambat dan atau mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi. Hal ini bisa saja terjadi apabila perusahaan lalai dalam hal mengelola perijinan usahanya.
e)      Resiko Persaingan Usaha
Setiap usaha tidak terlepas dari persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya yang bergerak pada bidang yang sama. Dalam hal ini setiap bidang usaha harus lebih mempertimbangkan masalah kualitas atau standar produk yang ditawarkan, ketepatan waktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan dipasaran.
f)       Resiko Perubahan Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
Setiap usaha berhubungan dengan konsumen dan produsen yang mensupplai kebutuhan usahanya. Dalam menjaga hubungan itu pemerintah mengatur melalui berbagai peraturan. Kegagalan perusahaan dalam mengantisipasi peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah dapat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan produksi dan pemasarannya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Disamping itu, perubahan peraturan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung maupun tak langsung berkaitan bidang usaha bagi konsumen akhir dapat mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.
g)      Resiko Tidak Tercapainya Target Proyeksi
Bila proyeksi produksi dan penerimaan yang dibuat tidak tercapai, maka akan berakibat kepada kemampuan perusahaan dalam memberikan return (pengembalian) kepada investor maupun kepada pemegang saham serta keterlambatan dalam melunasi kewajiban pinjamannya sesuai dengan jadwal.
Berikut ini tips untuk mengurangi risiko ketika memulai sebuah bisnis:
Ø  Rencanakan skenario terburuk.
Anda tidak memulai bisnis dan berpikir akan gagal- Anda membutuhkan seluruh energi positif dan selalu berpikir positif. Disamping semua optimisme tadi,berpikir bahwa kegagalan bisa saja terjadi, bisa membuat energi Anda kembali dan membuat keputusan yang lebih baik.
Ø  Selalu melakukan penilaian yang Baik.
Hindari perilaku impulsif ( bertindak tanpa berpikir ) selalu menganalisa dan mengkaji kembali keputusan bisnis Anda. Jangan terbawa oleh dorongan tindakan tanpa berpikir.
Ø  Selalu gunakan sistem cek dan ricek, terutama ketika membuat keputusan besar. Dengarkan ide-ide dari orang-orang yang Anda percayai, bisa pasangan Anda, mentor Anda atau penasehat bisnis. Ini agar bisa memberikan cara pandang yang berbeda dengan apa yang Anda sudah rencanakan.
Ø  Cari mentor
Saran dari seseorang yang telah berpengalaman dalam bisnis sangatlah berharga.Ikutlah berbagai forum wirausaha, seminar, pelatihan untuk membangun jaringan. Gunakan organisasi untuk mencari mentor.
Ø  Tetap fokus pada kekuatan Anda
Jangan mengambil semua kesempatan yang mungkin Anda temui, terutama jika bisnis itu di luar kemampuan Anda. Tetaplah FOKUS pada kekuatan inti Anda. Anda akan sukses jika Anda mengetahui apa yang Anda bisa lakukan.
Ø  Mengurangi resiko bisnis
Jalankan bisnis dengan ramping dan Kreatif. Jangan menghabiskan uang pada hal yang tidak perlu. Jika Anda menemukan cara pemasaran yang lebih hemat, lakukan lah.
Ø  Pasar, Pasar dan Pasar
Bahkan sebelum membuka Bisnis, Anda sudah harus menyiapkan tahapan Pemasaran. Memiliki pelanggan yang sudah siap sebelum bisnis Anda dibuka bisa segera mengatasi cash flow Anda.
Ø  Pertimbangkan mendapatkan Asuransi yang tepat
Saat berbicara tentang resiko bisnis, yang terlintas adalah asuransi. Pelajari berbagai Produk Asuransi, seperti Asuransi kewajiban, kompensasi pekerja, Asuransi Properti, dan lain-lain dapat melindungi Anda dari klaim dari pelanggan, vendor dan orang lain yang berhubungan dengan bisnis Anda.



PENUTUP
KESIMPULAN
Cara memilih usaha, melihat peluang usaha dan memperhatikan resiko yang akan terjadi, yang perlu dilakukan adalah:
ü  Mulai dari yang Anda sukai
Anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan Anda. Karena kalau sudah suka, Anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.
ü  Mulai dari yang Anda kuasai
Atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah Anda kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin Anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian Anda dalam pembukuan (akuntansi), Anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil.
ü  Telusuri kemana uang Anda pergi
Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang Anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka Anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa Anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah Anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana Anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.
SARAN
ü  Agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda. 
ü  Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik untuk menentukan usaha-usaha yang cocok untuk dijalankan.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar